You are currently viewing Jenis-Jenis Drone Beserta Manfaat dan Kegunaannya

Jenis-Jenis Drone Beserta Manfaat dan Kegunaannya

Jika dahulu drone hanya digunakan dalam kepentingan militer, maka saat ini drone telah menjadi alat penunjang favorit bagi warga sipil. Penggunaannya pun semakin beragam, baik untuk keperluan fotografi, dokumentasi suatu acara, pemetaan wilayah, hingga pengiriman bantuan ke daerah terpencil. Kemampuan drone untuk mengambil gambar dari titik yang tak bisa dijangkau fotografi darat membuat benda ini semakin diminati kalangan masyarakat, khususnya penggemar fotografi ataupun penyelenggara event-event akbar.

Dengan semakin beragamnya kegunaan drone, jenis-jenis drone pun cukup bervariasi. Apa saja jenis drone yang sudah ada? Nah…kali ini, kita akan membahas itu semua, agar kamu makin paham dan bisa lebih bereksplorasi menggunakan berbagai jenis Drone yang ada.

Pembagian Drone Berdasarkan Bentuk

Adapun jenis-jenis drone berdasarkan bentuknya, yaitu:

Rotary Wing Drone

Rotary Wing Drone adalah drone yang menggunakan baling – baling (Propellers) nya untuk terbang, drone jenis ini biasa dikenal dengan nama Multicopter atau Multirotor. Sumber tenaga drone jenis ini adalah baterai. Penamaannya disesuaikan dengan jumlah motor atau baling – baling. Berikut contoh-contoh penamaan drone jenis rotary wing:

Single Copter

Drone model single copter merupakan model yang paling sulit dikendalikan karena memiliki kestabilan paling kecil. Drone jenis single copter tidak direkomendasikan untuk pemula yang baru belajar.

Double Copter

Double – copter memiliki 2 baling baling, biasanya baling – balingnya di pasang di kedua sisi pesawat. masih tergolong sulit untuk dikendalikan.

Third Copter

Dengan 3 baling – baling, model tri-copter ini lebih mudah dikendalikan, dan lebih stabil dibandingkan dengan Double Copter dan Single-Copter.

Quadcopter

Drone jenis ini adalah jenis yang paling banyak dipasarkan, dan paling banyak digunakan saat ini, harganya juga bervariasi.

Hexacopter

Hexacopter pada dasarnya sama dengan Quad copter, namun bedanya, hexa copter memiliki 6 baling – baling, memang secara logika semakin banyak baling – baling, akan semakin stabil.

Octocopter

Octocopter memiliki 8 baling – baling, untuk pengendaliannya memang lebih gampang, namun jenis ini sangat boros baterainya, karena harus menghidupi 8 motor.

Dari penjabaran tersebut, dapat disimpulkan semakin banyak jumlah baling-baling, drone semakin mudah dikendalikan. Namun, kerugiannya, penambahan jumlah baling-baling tentunya menambah daya yang harus dikeluarkan.

Rotary wing drone adalah jenis drone yang paling umum digunakan, terutama dalam fotografi udara atau video survelliance. Hal ini dikarenakan drone ini memiliki harga termurah dan relatif mudah untuk dirakit

Meskipun mudah dibuat dan relatif murah, drone jenis ini juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu waktu terbang, daya tahan, dan kecepatan yang terbatas. Drone jenis ini tidak cocok untuk proyek skala besar seperti pemetaan udara jarak jauh atau pengawasan. Penyebabnya adalah sebagian besar energi dihabiskan hanya untuk melawan gravitasi dan menstabilkan diri di udara. Saat ini, sebagian besar drone multi-rotor di luar sana hanya mampu terbang selama 20 hingga 30 menit (seringkali dengan muatan minimal seperti kamera).

Fixed Wing Drone

Drone jenis Fixed Wing ini menggunakan sayap untuk terbang, Sumber tenaga dari Drone jenis Fixed Wing ini bisa menggunakan baterai, ada juga yang menggunakan bahan bakar. Tidak seperti rotary wing drone, model ini tidak dapat mengapung berhenti di udara. Ketika di udara, drone ini harus bergerak maju selama sumber energi masih ada.

Waktu terbang drone jenis ini lebih lama dibanding tipe rotary wing. Bahkan, drone bertenaga mesin gas dapat terbang hingga 16 jam atau lebih Karena waktu terbang yang lebih tinggi dan efisiensi bahan bakar, drone sayap tetap ideal untuk operasi jarak jauh (baik itu pemetaan atau pengawasan). Sebaliknya, drone jenis ini tidak dapat digunakan untuk fotografi udara karena drone tidak dapat diam di udara untuk jangka waktu tertentu.

Kelemahan dari drone sayap adalah biaya yang lebih mahal dan lebih sulit dikendalikan. Perlu pelatihan keterampilan khusus untuk menerbangkannya. Penempatan drone sayap tetap di udara juga tidak mudah. Anda membutuhkan ‘landasan pacu’ atau peluncur ketapel untuk membuat drone sayap tetap pada jalurnya di udara. Sebuah landasan pacu atau parasut atau jaring juga diperlukan untuk mendaratkannya kembali di tanah.

Hybrid Vertical Take Off Landing (Hybrid VTOL)

Drone ini adalah versi hybrid yang menggabungkan manfaat model sayap tetap (waktu terbang lebih tinggi) dengan model berbasis rotor (dapat melayang dalam posisi diam). Hybrid VTOL adalah permainan otomatisasi dan meluncur manual. Lift vertikal digunakan untuk mengangkat drone ke udara dari tanah. Gyros dan akselerometer bekerja dalam mode otomatis (konsep autopilot) untuk menjaga drone tetap stabil di udara. Kontrol manual berbasis jarak jauh (atau bahkan terprogram) digunakan untuk memandu drone pada jalur yang diinginkan.

Pembagian Drone Berdasarkan Kegunaan

Adapun berdasarkan fungsinya, berikut pembagiannya:

Photography Drone

Drone ini memang didesain untuk mengambil foto. Ukurannya tidak terlalu besar, tapi cukup untuk membawa kamera digital, plus sejumlah pelindung di sekitar lensa agar aman dari kondisi cuaca maupun kotoran. Alat kendalinya pun selalu dilengkapi dengan satu tombol khusus yang terkoneksi dengan shutter di kamera yang menggantung di bawah drone. Drone ini juga dilengkapi dengan wifi, sehingga kamu bisa melihat secara langsung objek sebelum menjadikannya sebuah foto.

Delivery Drone

Drone ini bisa dibilang sebagai troli melayang. Mampu membawa sejumlah barang untuk menuju tujuan yang sudah ditetapkan tanpa melalui jalanan. Kemampuan angkat Drone ini berkisar 8-13,6 kg dalam satu kali angkut.

Racing Drone

Bentuknya didesain ramping tapi mampu bertahan menghadapi tekanan angin saat berada di atas. Kecepatan Drone ini bisa mencapai 70-80 km/jam. Agar tidak terjadi bentrokan, setiap Drone dipastikan punya frekuensi sinyal yang berbeda.

Endurance Drone

Drone ini bisa mencapai ribuan meter dari permukaan tanah. dengan durasi berjam-jam. Jenis ini umum dipakai oleh militer atau lembaga lain yang butuh memetakan sebuah wilayah yang luas. Tidak sembarang orang bisa menerbangkan drone ini. Karena hanya mereka yang memiliki izin saja yang bisa menerbangkan sesuatu hingga lebih dari 400 kaki di atas permukaan laut.

sumber:

https://liupurnomo.com/mengenal-jenis-jenis-drone/

https://site.tupperware.co.id/tupperware-men/tips/toys/mengenal-jenis-drone

http://www.circuitstoday.com/types-of-drones

Leave a Reply