Survey dan Pemetaan Udara

Meliputi survey konstruksi dan tambang, pemetaan udara dan tanaman. Terkadang melakukan survey atau pemetaan masih terkendala dengan media yang digunakan. Contohnya, menggunakan citra Google Earth yang masih sedikit membuka lahan. Kualitas citranya juga masih sangat rendah. Selain kualitasnya rendah, citra jarak jauh dengan menggunakan satelit memiliki biaya yang sangat mahal. Maka dari itu untuk kebutuhan khusus pencitraan permukaan bumi bisa menggunakan drone atau Unnamed Aerial Vehicle (UAV) yang membutuhkan biaya relatif lebih kecil dengan hasil citra yang lebih baik.

Contoh Hasil Pemetaan Udara

Untuk konsep survey atau pemetaannya sendiri merupakan bentuk kombinasi dari beberapa tahapan pembuatan peta. Kombinasi tersebut terdiri dari :

  1. Pengukuran premark dengan GPS Geodetik dengan akurasi hingga sub milimeter.
  2. Foto udara format kecil dengan konsep fotogrametri.
  3. Pengolahan data dengan software Light Detection and Ranging (LIDAR).

GPS Geodetik : Terdiri dari kata Global Positioning System (GPS) ini merupakan sistem dalam satelit navigasi dan penentuan dari sebuah posisi. Terdapat banyak model  GPS, salah satunya ada GPS Geodetik atau GPS Pemetaan.

Fotogrametri : Teknik pemetaan melalui foto udara. Hasil pemetaannya berupa peta foto dan tidak dapat langsung dijadikan dasar atau lampiran penerbitan peta.

Maka dari itu dengan menggunakan drone, hasil peta yang dibuat bisa menjadi 3 Dimensi dan sebagainya lebih canggih lagi. Pemetaan menggunakan drone juga bisa untuk mendeteksi kesehatan vegetasi dengan sensor LIDAR. Dulunya gambar dengan LIDAR ini harus diperoleh dengan dana yang tidak sedikit.

Tapi dengan adanya drone, survey atau pemetaan dapat dilakukan dengan mudah. Selain biaya yang dikeluarkan lebih murah, prosesnya juga cepat dan lebih efektif. Untuk manfaatnya sendiri antara lain :

  • Efektivitas Segi Biaya

Untuk memperoleh data permukaan bumi terbaru saja, citra satelit terlampau mahal ± untuk lahan 10 Ha, kita bisa menghabiskan dana sekitar jutaan rupiah dan tidak mudah untuk didapatkan.

  • Kualitas Hasil

Jika dibandingkan dengan performa satelit, drone memiliki hasil pemetaan yang tidak kalah dengan citra satelit. Apalagi didukung dengan jenis drone tercanggih dan pilot yang mumpuni.

  • Waktu Proses Lebih Cepat

Hal ini tergantung luas wilayah pemetaan, tapi pada dasarnya penggunaan drone untuk survey dan pemetaan lebih cepat dan efektif.

Contoh Video Survey Udara

Dan, sebelum mulai menggunakan drone untuk pemetaan, ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan, antara lain :

  1. Perencanaan

Untuk membuat rencana penerbangan, dibutuhkan batas – batas area yang dikirim oleh klien.

2. Pemasangan Ground Control Point (GCP)

GCP adalah titik bantu yang biasa digunakan untuk meningkatkan akurasi pengukuran dalam pemetaan menggunakan drone.

3. Data Aqcuistion

Pada langkah ini dilakukan 2 metode pemetaan, yaitu fotogrametri format kecil dengan menggunakan drone dan pengukuran teliti dengan GPS Geodetik untuk mendapatkan koordinat GCP. Pemotretan dilakukan setelah GCP terpasang. Syarat minimal pengambilan data adalah 70% sidelap dan 80% overlap. Dalam tahapan ini dilakukan 2 jenis cek kualitas data, yaitu :

  • Quality control premark yang diukur dengan GPS Geodetik untuk memastikan posisi premark sudah sesuai dengan standar dan masuk syarat minimal pemetaan.
  • Quality control image data yang meliputi seluruh area dan dipastikan overlap dan sidelap sudah sesuai dengan persyaratan, serta jangkauan pesawat telah mengcover keseluruhan area. Jika ada yang terlewat dalam quality control, ulangi pekerjaan untuk melengkapi kekurangan data tersebut.

4. Data Processing

Di tahap ini dilakukan pengolahan data dengan menggabungkan data premark yang diperoleh dengan GPS Geodetik, foto udara dengan drone, dan diolah dengan software LIDAR, yaitu microstation yang di dalamnya terdapat modul terrasolid terrascan.

5. Reporting

Melaporkan hasil dari pemetaan atau survey yang telah dilakukan.

Dengan menggunakan drone, pekerjaan survey foto dan video udara dengan tujuan pemetaan dapat dilakukan dengan mudah, murah, dan cepat. Keselamatan surveyor juga lebih terjamin, mengingat drone mampu menjangkau daerah – daerah terpencil dan berbahaya. Menggunakan sensor canggih dengan akurasi data sama baiknya, drone dapat menggantikan metode survey tradisional, sehingga perusahaan survey mulai beralih menggunakan drone.

Bagaimana? Apakah Anda masih bingung harus ke mana? Tenang, DGAsae Ways hadir untuk melayani kebutuhan Anda melakukan Survey dan Pemetaan Udara. Bukan hanya itu, DGAsae Ways juga menyediakan layanan sewa drone untuk area Surabaya, Malang, Jember, Banyuwangi, dan Bali. Untuk info lebih lanjut, silahkan menghubungi kontak kami :

WhatsApp :
* 0823-4071-8846
* 0819-1609-8927 

Leave a Reply